My Sky Garden

Judulnya tampak berlebihan, tapi emang pengen beda aja🙂
Setelah berbagai perencanaan dan pertimbangan dalam membuat roof garden, akhirnya pilihan sementara jatuh pada karpet rumput sintetis🙂 emang si kurang “go green” tapi paling engga warnanya green.
Berawal dari adanya limpahan karpet rumput bekas, yang akhirnya saya gunakan untuk mengalasi dak beton lantai 3. Harga karpet rumput ini terbilang murah, 800rb/ meter lari, sementara lebarnya tuh 3.8m. Jadi kurang lebih 200rban/m2.
Pemasangannya sangat mudah. Tinggal di gelar aja tanpa perlu menambah lapisan lagi dibawahnya. Tapi kalau mau bagus sih, pakai lapisan drainase seperti yang sudah dijelaskan pada posting sebelumnya. Dan karena speknya memang untuk outdoor, mestinya sih tahan lama. Bahan rumput terbuat dari plastik dengan ketebalan hampir 2cm. Alasnya terdapat alur2 sehingga memudahkan air untuk meresap dan mengalir.
Tapi saya masih semangat ko bikin roof garden beneran ko🙂
Ayo semangat bikin roog garden!

8 thoughts on “My Sky Garden

  1. oooh jadi sekarang bgini tampang roofgarden klian? lucuuu! tampak enak untuk gugulingan disana….semoga ntar2 bisa nyontek…swear jadi pengen bikin roof garden jugaa…thanx idenya ya M =)

  2. Planning awal saya pakai roof garden. Apa daya budget gak cukup, jadi saya cukup menikmati blog ini… sambil mbayangin dapet undian rp 2 milyar, biar bisa mewujudkan mimpi… thanks for the super duper blog!

  3. Wah Pak…..mimpi saya seperti ini….punya rumah dg flat roof terus di atasnya dibuat garden. Cita-cita saya ini sempat akan saya buang jauh-jauh karena katanya harga utk buat flat roof katanya lebih mahal….tapi saya mikir lagi masak iya flat roof lebih mahal dari genteng biasa? Bukannya genteng biasa nanti akan butuh baja ringan + gentengnya????

    Berdasar pengalaman bapak, apa betul buat flat roof akan lebih mahal dibanding buat atap baja ringan + genteng?

    Jika murah flat roof (aya prefer pake panel lantai hebel), saya akan pake flat room saja mumpung belum mulai renovnya.

    Satu lagi Pak….bolehkah saya main ke tempat Bapak untuk “studi banding” penggunaan hebel ini ? Boleh pak ya…. mohon jika boleh di email ke saya alamat rumahnya ke amirsodikin at gmail.com

    Terima kasih banyak….blog Anda benar-benar menginspirasi kami dan mengompori kami utk buat flat roof…

    • Dear Pak Amir,

      Terima kasih sebelumnya sudah tertarik baca blog saya🙂

      Ide roof garden sebenernya muncul karena kami merasa perlu ada halaman yang agak besar untuk tempat main anak. Karena ada rencana renovasi, kami pikir akan lebih maksimal luasan yang didapat apabila atap lantai 2 dibuat flat dan dijadikan roof garden. Toh tidak ada penambahan luas di IMB.
      Dari literatur, banyak cara untuk membuat roof garden, termasuk dari struktur kayu. Tapi karena tampaknya tidak cocok untuk iklim Indonesia yang bercurah hujan tinggi, kami putuskan memakai beton dengan konsekuensi harga.
      Secara perhitungan, memang akan lebih mahal plat beton daripada atap genting. Tapi selisihnya tidak jauh ko. Saya sih mengqnggap lebih worthed memakai plat, karena bisa digunakan untuk keperluan lainnya.
      Atap baja ringan yang bagus sekitar 150-200rb per meter persegi. Hal itu sudah kami survey sebelum pembangunan. Dan betul, harga itu belum termasuk genting yang tipenya mahal juga. Dengan atap dulu saya hitung sekitar 400-500an sedangkan plat hebel 600-700an per meter luas. Yah dengan perbedaan itu, saya akhirnya pilih hebel🙂
      Semoga membantu,
      Nanti sy kirim email japrinya ya pak. Boleh ko kalau mau survey🙂

  4. mantaf nih blognya, udah 2 kali baca bahkan ada yang lebih untuk beberapa tulisan yg menggelitik dan menarik perhatian saya, sungguh inspiratif pak, MantaB lah pokoknya pak, udah ah nggak baik muji terus…hahahaha…..

    boleh nanya ya pak, tapi banyak nih.
    1. hingga saat ini dari awal pemasangan dak atap hebel ini apakah ada keluhan/kekurangannya pak, seperti rembes/bocor/dll, kalo ada dan sungkan nulis disini japri aja pak gapapa🙂
    2. untuk lantai 2 nya kalo mau pakai dak hebel seluruh lantai termasuk daerah WC, bagaimana pembuatan balok sebagai tumpuan panel hebelnya (mengingat daerah WC harus lebih rendah dari lantai ruang yang lainnya)? apakah daerah baloknya di buat beda atau gimana, sy agak riskan untuk masalah ini, sedangkan kalo mau dibuat rata (se-level) kayanya jadi aneh aja gitu
    3. untuk mengangkat panel lantai ke atasnya kalo gak pakai hoist, bisa di tarik tali/kain gak pak? apakah tukang yang belum pernah pasang akan kesulitan memasanganya (kalo saya lihat dari tulisan bapak dan dari webnya hebel kayanya gak terlalu susah), memang dari pihak hebel bisa beli keadaan terpasang, tapi kayanya mesti antri tuh (bisa molor waktunya dong), sempet juga tanya tempat lain yg jual panel hebel terpasang ini cuma mesti bayar dulu dan barang datangnya bisa sampe semingguan kemudian (takutnya gak bertanggung jawab, malah amsiong nanti wkwkwkwk…., cuma kekhawatiran saja kalo ini sih), adakah yg bapak rekomendasikan untuk urusan panel hebel ini selain hebelnya langsung?
    4. untuk karpet roof garden yg bapak pake apakah panas pak kalo di injek pada siang hari? bagaimana kualitasnya?
    5. untuk lantai dua rumah bapak apakah terasa panas dengan atap dak ini, dibanding dengan genting biasa bagaimana perbandingannya?
    6. katanya panel hebel lebih bagus yang bentangnya lebih pendek (2m ke bawah) daripada yg panjang, karena yg panjang akan menimbulkan suara duk-duk gitu di lantai bawahnya apabila ada yg berjalan di atasnya, apakah begitu pak? kalo iya bagaimana bila disiasati dengan balok anak di tengahnya tapi tetap menggunakan panel yg panjang (misal jarak antar balok tumpuan 3,25m, di tengahnya di buat balok anak namun tetap menggunakan pelat yng panjangnya 3,25m) apakah bisa mereduki/menghilangkan hal tadi?

    moga ngerti tulisan sy ini ya pak….hahahaha…..
    terimakasih atas sharing, saran, dan masukannya pak
    semoga dicatat sebagai amal baik bapak oleh-Nya amin….

    pengen maen ke tempat bapak kapan kapan, tapi malu gak ya pak? hahahahaha…….

    sekali lagi, thx a lot and have a nice life…….

    • hehe saya sampai harus reply di pc, soalnya kalau di mobile ga keliatan pertanyaannya pas masuk kolom reply🙂
      makasih sebelumnya mas edo. disini saya bagi pengalaman aja ya.
      1. kebocoran pada hebel lantai apabila dibangun dengan baik dan benar (grouting nya rapih, waterproofing) akan menghasilkan kualitas yang baik. Atap saya bahkan saking takutnya memakai 2 lapis waterproofing, yaitu berupa lapisan adukan semen (seperti yang di kamar-mandi dengan komposisi 60-30) dan cat waterproof. Untuk cat juga saya lapis 3x dan dilakukan pelapisan ulang setiap 1 tahun. Alhamdulillah aman.
      Tapi ada beberapa bagian yang bocor karena salah konstruksi, yaitu pada saat saya bikin drainase menembus hebel dengan cara dilubangi, rembes pada bagian itu sampai sekarang belum terselesaikan. jadi lesson number one, “jangan lubangi hebel”.
      Yang kedua yaitu sisi hebel yang terluar, yang menempel dengan kavling tetangga, mudah retak apabila ada pembangunan di rumah tetangga itu. jadi pelajaran keduanya adalah, bila rumah tetangga di renov, pastikan kita berjaga-jaga juga untuk menawarkan bantuan waterproofing pada sisi yang menempel🙂

      2. perbedaan level lantai harus diikuti oleh perbedaan level balok. saya karena menggunakan tema kamar mandi kering, malah saya naikkan 10 cm dari lantai. kalau kamar mandi basah cukup turun 3-4cm aja🙂 minta aja ke tukangnya untuk diturunkan. biasanya tukang suka males tu kalau cuma turun 3cm🙂

      3.biasanya tukang punya langganan sewa hoist. saya menaikkan 60m2 hebel butuh 3 hari pakai hoist manual.

      4.itu sebenernya karpet indoor halus yang buat latihan golf. setelah 4 tahun banyak bulu2 yang hilang🙂 dan masih panas kalau diinjek pas siang terik bolong. Di ace hardware banyak pilihannya ko

      5. lebih panas pasti mas, karena dak langsung kontak dengan sinar matahari dan jarak dengan plafond nya pendek. beda dengan atap yang masih ada ruang udara yang cukup besar dan ada ventilasi🙂 tapi saran saya kalau punya atap dak beton/ hebel, diatapi aja. tapi jangan pakai polikarbonat nanti berisik. pakai jaring yang biasa untuk melindungi tanaman aja sehingga angin bebas lewat dan strukturnya ringan

      6.jangan membuat dudukan pada tengah badan plat, karena gaya tumpu keatas yang bekerja itu ada di ujung-ujungnya dan gaya beban ada di tengah. bagian tengah harus bebas berayun agar beban bisa disalurkan ke tumpuan. kalau memang mau pakai 3.25 dan kurang sreg pakai hebel dengan panjang segitu, lebih baik jadikan 2 hebel aja (2.25 + 2). tapi sebenernya 3.25 tuh aman ko. kalau dugdugdug sih beton konvensional juga ada. tergantung ketebalan plat🙂

      semoga membantu.
      kalau mau main ke tempat saya boleh mas. japri aja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s