Bohlam LED vs Bohlam Neon – Mana yang lebih Hemat?

Setelah lampu pijar (Incandescent) dibatasi produksinya karena dianggap boros listrik, maka produsen lampu berlomba menemukan produk baru yang lebih hemat energi.

Pilihan pun jatuh ke lampu Flourescent (lampu neon). Memang secara efektifitas, lampu neon menghasilkan intensitas cahaya yang lebih terang dengan listrik kecil. Setelah berjaya cukup lama, tampaknya produsen mulai melirik produk baru yang dianggap lebih “hijau” daripada lampu neon ini. Produk itu adalah lampu LED. Berbeda dengan neon yang tabungnya diisi gas, LED jauh lebih ramah lingkungan dan memiliki ketahanan lebih lama.

Agan2 suka liat kan, sekarang bohlam LED sudah semakin banyak yang jual di supermarket. Terutama Philips yang tampaknya ingin menjadi major player di ranah ini.

Saya juga tertarik sama bohlam ini. Yang bikin penasaran adalah klaim di bungkusnya bahwa bohlam ini tahan hingga 15 tahun. Bahkan Osram berani tahan hingga 25 tahun!

Yang kedua adalah klaim penggunaan energi yang lebih sedikit dibandingkan lampu flourescent (neon) biasa. Benarkah?

Untuk ini, saya coba 3 produk bohlam LED yaitu:

  • Philips LED myVision 9.5 watt – warm white
  • Osram LED 10 watt – warm white
  • Merek abal-abal tipe Corn LED 6.5 watt – warm white

Sebagai pembanding, saya menggunakan lampu neon model ulir:

  • Philips Neon Genie 5w – warm white
  • Philips Neon Tornado 15w – white

Pengukuran menggunakan lampu baca ber-refleksi sehingga cahaya dapat terfokus ke Lux meter dengan jarak 50cm.

Berikut proses pengujiannya:

———————————————————————————
Philips LED myVision 9.5 watt

Spoilerfor :

Klaim dari produsen:
Input 9.5 watt
Intensitas 600 Lumen
Lifetime = 15.000 jam

Spoilerfor :

Hasil Tes:
Input 9.6 Watt
Intensitas 1516 Lumen
(600 lumen didapat apabila pengukuran berjarak 1.5 meter)

Spoilerfor :

———————————————————————————
Osram LED 10 watt

Spoilerfor :

Klaim dari produsen:
Input 10 watt
Intensitas 650 Lumen
Lifetime = 25.000 jam

Spoilerfor :

Hasil Tes:
Input 11.5 Watt (naik 15%)
Intensitas 1642 Lumen
(650 lumen didapat apabila pengukuran berjarak 1.5 meter)

Spoilerfor :

———————————————————————————
Corn LED 8 Watt

Spoilerfor :

Klaim dari produsen:
Input 8 watt
Intensitas ? Lumen

Hasil Tes:

Input 8.8 Watt (turun
Intensitas 625 Lumen

Spoilerfor :

———————————————————————————
Philips Ginie Neon 5 Watt

Spoilerfor :

Klaim dari produsen:
Input 5 watt
Intensitas ? Lumen
Lifetime 6.000 jam

Hasil Tes:
Input 5.3Watt (turun
Intensitas 428 Lumen

Spoilerfor :

———————————————————————————
Philips Tornado Neon 15 Watt

Spoilerfor :

Klaim dari produsen:
Input 15 watt
Intensitas ? Lumen
Lifetime 6.000 jam

Hasil Tes:
Input 13.6 Watt (turun
Intensitas 1.544 Lumen

Spoilerfor :

———————————————————————————

Hasilnya:

  • Philips LED 9.5 watt -> input 9.6 Watt, intensitas 1516 Lumen
  • Osram LED 10 watt -> input 11.5 Watt, intensitas 1642 Lumen
  • Corn LED 8 watt -> input 8.8 Watt – intensitas 625 Lumen
  • Philips Neon 5w -> input 5.3 Watt – intensitas 428 Lumen
  • Philips Neon 15w -> input 13.6 Watt – intensitas 1544 Lumen

Dari hasil diatas, terlihat dua point yang layak dibandingkan, yaitu:

  • Philips LED 9.5 watt -> input 9.6 Watt, intensitas 1516 Lumen
  • Philips Neon 15w -> input 13.6 Watt – intensitas 1544 Lumen

LED yang memiliki watt kecil 9.6 watt dapat menghasilkan cahaya setara lampu Neon 13.6 watt.
Apabila pemakaian lampu rumah kurang lebih 10 jam/ hari, maka setahun terdapat selisih 3650 watt atau sama dengan hemat Rp 3000,- / tahun / lampu. (dengan TDL 2013 Rp 833,-/kwh)
Terlihat kurang hemat yah?

Lalu bagaimana soal harga?
Nah ini dia, harga bohlam lampu LED Philips 9.5watt (Rp 85.000,-) itu sekitar 2.5 kali dari bohlam Philips Neon 15w (Rp 37.000,-)
Itu pun waktu diskon LED nya.

Tapi kalau dilihat dari dayatahan, bahkan Osram berani kasih garansi hingga 3 tahun untuk bohlam LED nya. Bandingkan yang hanya 1 tahun untuk bohlam neon dengan merek yang sama.

Jadi kalau kita berpikir jauh ke depan, selama 3tahun kita akan mengganti 3 buah bohlam Neon atau hanya 1 buah bohlam LED.

Atau dari segi harga, kita cukup beli 1 bohlam LED (Rp. 85.000,-) untuk 3 tahun dibanding pengeluaran 3 bohlam Neon (3 x 37.000 = Rp 117.000,-). Hemat Rp 32.000,- / lampu / 3 tahun

Kalau digabung, kita bisa hemat Rp 13.000,- / Lampu / Tahun.

Hemat Kan?

Kalau menurut saya sih, Kegunaan lampu LED ini berguna untuk di:
– ruangan yang paling lama pake lampunya
– ruangan yang paling sering di on/off lampunya
– gedung yang pakai ratusan/ ribuan lampu -> baru kerasa hematnya di biaya operasional

Lampuini jangan dibeli kalau agan:
– anak kos paling engga jangan lupa dibawa lampunya kalo pindah kos gan
– juragan kos nanti diambilin orang lampunya gan

Tambahan:
Kalo ini fakta dari web lain. saya ga kuat bikin riset sampe kaya gini. hehe
Kalo liat dari dampak pada lingkungan :

  1. Dari garansi aja, dalam setahun diperkirakan 1 neon dibuang. LEd tahan 3 tahun
  2. Watt yang digunakan lebih kecil (hampir 30%)
  3. LED tidak mengandung Mercury yang beracun. Neon iya LED memiliki sertifikat Lulus RoHS (Restriction of Hazardous Substance) yaitu sertifikasi produk yang dibuat bebas bahan berbahaya. Lampu neon setidaknya memiliki 1mg – 5mg Mercury.
  4. Emisi karbon LED hanya 451 pounds/ tahun. Neon 1051 pounds/ tahun (pengukuran untuk 30 bohlam pertahun dengan satuan 1 pound = 0.45kg)

4 thoughts on “Bohlam LED vs Bohlam Neon – Mana yang lebih Hemat?

  1. wah berat buka halaman yang ini, fotonya kegedeanšŸ™‚. lagi musim LED ya skrg, tapi kalo di tempat aku sering putus lampunya,setahun bisa 3X ganti gara2 lampunya putus terus.. jadi kayaknya pikir2 dulu kalo mau pasang LED abisnya mahalšŸ˜¦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s