Ayo Bikin Rumah

Kata2 di atas kadang membuat orang mengerutkan dari.
Haduhh.. Gimana desainnya ya? Berapa budgetnya? Pake material apa? Berapa lama?
Disini saya mencoba berbagi pengalaman dalam membangun rumah pribadi saya. Mulai dari desain, perencanaan, pembelanjaan material, hingga pengawasan.

16 thoughts on “Ayo Bikin Rumah

  1. Salam,

    Saya juga baru berencana bikin rumah. Insya Alloh tahun ini. Mohon berkenan sharing karena saya juga sedang mempertimbangkan menggunakan produk Habel atau produk Kalsi terutama untuk Walling, Flooring, dan Roofing. Mana yang lebih ekonomis??? Moga2 bisa terjawab.

    Wasalam

    • Waalaikum Salam,

      Sebenernya sala belum tau banyak soal kalsi board, jadi saya gabisa kasih pertimbangan yg imbang🙂
      Saya coba cari produk kalsi board di om google pun ternyata tidak memberikan kejelasan produk maupun spesifikasinya. Dulu saya mempertimbangkan Hebel maupun Keraton karena mereka memiliki website yang representatif dan dapat saya jadikan referensi dalam mempertimbangkan produk mereka. Jadi kalau untuk Kalsi Board, saya masih gelap. Hehe
      Kata ekonomis dalam membangun rumah dapat sanggah dengan beberapa alasan. Kalau ambil contoh kasus flooring lantai, ada beberapa pertimbangan pemilihan produk, seperti :
      1. Waktu – Beton lebih murah baik material maupun ongkos kerja. Tapi dari segi waktu (which I don’t have), beton membutuhkan beberapa hari untuk kering.
      2. Tempat – Keraton tampak lebih fleksibel dalam mengikuti bentuk flooring, tapi membutuhkan tempat lebih untuk perakitan.
      3. Waste – Beton meninggalkan sampah kayu yang banyak. Hal ini bisa dimanfaatkan se-kreatif mungkin untuk interior rumah, namun konsep rumah saya tidak ingin ada kayu sehingga hanya akan menjadi sampah.

      Ya, saya memutuskan menggunakan Hebel pun karena saya anggap yg paling sesuai dengan kondisi pembangunan rumah. Lagipula setelah jadi, 2jt/m2 masih terhitung normal untuk renovasi rumah (pengennya sih dibawah itu, hiks).

      Semoga menjadi jawaban yang baik,
      Thx,
      Emir

  2. Pak Emir,
    Senang membaca jurnal bangun rumahnya yang sangat informatif dan bermanfaat. Sekalian numpang tanya berapa banyak tenaga kerja yang dipekerjakan selama bangun rumah tsb, saat mulai bongkar, bangun kolom dan balok, pasang bata dan finishingnya? Terima kasih bantuannya.

    Wassalam
    Hasyim

    • Pak Supeno,
      Kebetulan untuk cara pemasangan sudah ada di postingan2 saya.
      Mengenai harga sekarang saya kurang update. Tapi bisa bapak cek di websitenya hebel.
      Atau ke toko material besar.
      Semoga membantu,
      Emir

  3. Bpk yg baik,

    Pak saya ada rencana mengganti lantai 2 rumah saya yang skrg ini kayu dengan dak. Pilihan yang baik dak keraton atau hebel ? Ukuran Panjang x lebar lantai 16 m x 4 m. Kalo pakai hebel bagaimana perhitungan teknis dan biaya nya ? Dan jika boleh saya minta referensi tukang untuk pemasangan lantai hebel didaerah saya mangga besar raya (jakarta barat) ?
    Terima kasih pak atas informasi nya !

    • Untuk pemilihan material, hebel dan keraton memang jadi pertimbangan saya juga pada awal perencanaan. Saya memilih hebel karena unit yang mereka sediakan sudah berbentuk slab beton precast dngan berbagai ukuran. Sementara keraton masih harus dirakit dulu.
      Untuk ruangan 16×4, saya sarankan untuk dibagi dengan membuat pembalokan. Untuk panjang 16, mungkin bisa dengan rasio penempatan balok pada 2-3-3-3-3-2m.
      Kalau tukang di daerah sana sy belum paham pak🙂
      Semoga membantu

  4. Mas, saya rencana ingin renov rumah dgn LT 114m2, tdnya 1 lantai hendak dibikin jd 2 lantai dgn total LB lt 1 & 2 100m2.

    kira” brp budget minimal pembangunan dgn kondisi cukup baik tidak perlu mewah, dan sebisa mgkn mengurangi pemakaian kayu, spt baja ringan utk atap, kusen jendela dgn aluminium, terima kasih

    • Waktu saya ngebangun tahun 2008, hampir 1,8 jt/ m2 pak. Itu masih bisa pakai hebel dan marmer untuk lantai bawah. Tapi saya tidak pakai kusen untuk jendela. Jadi kaca langsung tembok. Lumayan hemat budget hampir 20jt.
      Kalau buat sekarang, dihitung matrial naik 10%/ thn bisa kena 2.5jt/ m2.
      Semoga membantu,

  5. Bingung mana hemat, aman, dan kuat antara : lantai keraton, hebel, baliton, konvensional dan kalsi board.
    Tolong bantu dong kasih pendapat. terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s